Tentang Kami › Biografi Pendiri

Farida Oetoyo - Sang Pendiri

Di usia 9 tahun, Farida Oetoyo mulai belajar menari di "Fine Art of Movement", sekolah tari modern di Singapura. Setelah orang tuanya pindah ke Australia, Farida meneruskan studinya di Canberra, di bawah bimbingan Barbara Todd. Farida tampil untuk pertama kalinya di Albert Hall, Canberra pada tahun 1953.

Pada tahun 1956 sampai dengan 1958, Farida bekerja sebagai penari profesional dalam grup tari Ballet der Lage Landen di Amsterdam. Termasuk dalam karya-karya yang pernah ia tarikan adalah “Swan Lake”, ”Nutcracker”“Les Sylphides”, dan “Coppelia”, dan juga karya-karya tari kontemporer.

Ketika kembali ke Jakarta di tahun 1958, Farida mulai mengajar di beberapa sekolah. Dengan harapan memperluas pengetahuan, Farida mendaftarkan diri, dan kemudian sukses mendapatkan beasiswa ke Akademi Ballet Bolshoi, Moskow. Dari tahun 1961 - 1965, Farida belajar selama empat tahun di akademi tersebut. Ia mempelajari Classical Ballet, Character Dance, Historical Dance, Pas de deux, Drama, Stage Make-up, History of Ballet and Music. Alla Mikhailovna Lenina memberinya pelatihan intensif mengenai metode pengajaran Vaganova. Di Moskow, Farida menari dalam pertunjukan “Les Sylphides”, “Sleeping Beauty”, ”The Humpback Horse”, dan juga ikut tampil dalam opera-opera Russia. Farida menarikan pas de deux yang khusus dibuat untuknya, dengan musik oleh Rachmaninov, pada pementasan kelulusannya di Teater Bolshoi pada tahun 1965.

Pada tahun 1973 sampai dengan 1974, Farida mendapatkan beasiswa Fullbright untuk mempelajari Koreografi dan Teknik Tari Modern dengan Merce Cunningham, Alvin Nicolais dan di Martha Graham School.

Pada tahun 1976, Farida membuka sekolah balletnya sendiri dan memberinya nama Ballet Sumber Cipta (Source of Inspiration). Selain menjadi kepala sekolah dan direktur artistik sekolah tersebut, ia pun memimpin grup tarinya, Kreativität Dance – Indonesia. Grup tari ini diperuntukkan bagi penari-penari yang telah lulus dari Ballet Sumber Cipta dengan baik. Mereka terinspirasi oleh tari dan telah memutuskan untuk menjadikan tari hidup mereka. 

Sebagai seorang koreografer, Farida telah menciptakan lebih dari 100 koreografi termasuk tarian untuk anak-anak dan juga ballet naratif. Karirnya sebagai seorang koreografer dimulai dengan karya pertamanya “Angles in Colour”, yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta. 
 

Karya-karya terbaru Farida Oetoyo adalah:
2001  BURUNG-BURUNG  untuk Art Summit Festival 
2003  BURUNG GELATIK – sebuah ballet untuk anak-anak
2006  SERDTSE – denyut kehidupan. (The Heart) untuk Festival Schouwburg
2007  SURVIVAL – versi yang dibuat kembali berdasarkan koreografinya terdahulu berjudul “Proko”, yang dipentaskan pertama kali pada tahun 1987 pada pembukaan Gedung Kesenian Jakarta